Minggu, 02 Agustus 2020

Alasan Mengapa Banyak Perusahaan Besar Mengadopsi Pelatihan Virtual

Virtual Reality

Bagi Anda yang pernah atau rutin melakukan rangkaian pelatihan tentunya sudah tak asing lagi dengan proses pelatihan live streaming. Ya, pelatihan digital ini dianggap lebih praktis dan efesien khususnya dalam perekrutan karyawan terutama di tengah masa pandemi seperti sekarang. Nah, untuk menyempurnakan kegiatan pelatihan tersebut, ASI (Asia Pasific) menciptakan teknologi VR4HR untuk pelatihan dengan Virtual Reality.

Bicara soal pelatihan, saat ini berbagai perusahaan besar pun sudah mengadopsi pelatihan virtual ini. Menurut medium.com, virtual learning atau pelatihan virtual tak hanya unggul dalam segi efesiensi namun juga segi pembelajaran. Dengan mengadopsi pelatihan virtual ini, perusahaan atau lembaga dapat memberikan lebih banyak skenario pembelajaran yang lebih akurat dan tepat sasaran.

Lalu, mengapa pelatihan virtual lebih unggul?

Peserta pelatihan akan mendapatkan pelatihan melalui real work situation dengan alat mahal dan tingkat risiko tinggi secara berulang, salah satu contohnya pelatihan terbang untuk pilot. Melansir dari vrroom.buzz, Armada Boeing sudah memercayakan sesi pelatihan melalui proses virtual dengan flight simulator. Dengan teknologi virtual, calon pilot dapat berlatih mengemudi pesawat secara real tanpa harus berada di dalam pesawat. Hal ini tentunya sangat membantu para calon pilot untuk mempelajari teknik dan simulasi penerbangan secara berulang-ulang tanpa melalui kondisi yang berbahaya.

Sama halnya dengan pelatihan penerbangan, beberapa lembaga pendidikan dokter juga sudah menggunakan VR sebagai basis pelatihan virtual. Menilik dari beberapa sumber seperti thejakartapost.com mengatakan bahwa beberapa rumah sakit di China Tiongkok menggunakan teknologi VR untuk melatih para dokter melakukan operasi jantung.

Selain itu, beberapa peneliti dari Fuwai Hospital dan Chinese Academy of Medical Science telah membuat simulasi model jantung CT image 3D beserta dengan penyakitnya. Simulasi 3D ini dapat mempermudah dokter untuk melakukan pelatihan operasi jantung dengan kondisi yang berbeda-beda secara berulang.

Selain digunakan untuk pelatihan operasi jantung, simulasi jantung ini juga digunakan sebagai sarana penelitian untuk mengetahui struktur jantung dan proses kerjanya secara lebih mendalam. Hal ini tentunya sangat memangkas waktu dan biaya pelatihan dokter secara manual.

Teknologi satu ini juga sudah berhasil diadopsi oleh beberapa perusahaan yang berkutat dalam bisnis kendaraan, salah satunya UPS. Melansir dari UPS pressroom menjelaskan bahwa teknologi VR mempermudah mereka untuk memberikan pelatihan berkendara di wilayah UK dan German. Simulasi virtual ini tak hanya membantu para pengemudi untuk belajar berkendara secara teknis, namun juga memberikan gambaran tentang kondisi jalanan dan struktur medan.

Dengan teknologi VR ini, perusahaan atau suatu lembaga dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja mereka dengan lebih efesien dan praktis. Teknologi ini pun dinilai lebih menguntungkan karena tidak hanya dapat memberikan skenario pembelajaran yang sangat mumpuni dan dapat mengurangi risiko dan biaya operasional dari program pelatihan.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik mengadopsi pelatihan Virtual Reality ini di perusahaan Anda?

0 komentar:

Posting Komentar