Rabu, 27 Mei 2020

Pengalaman Kelola Pendapatan Sendiri untuk Merencanakan Keuangan dan Perlindungan


Pengalaman Kelola Pendapatan Sendiri untuk Merencanakan Keuangan dan Perlindungan

Ketika mempunyai pendapatan yang lebih artinya sudah tidak ada tanggungan kebutuhan, baiknya segera alokasikan sisanya. Ada banyak cara untuk mengalolasikan pendapatan yaitu menabung, atau merupakannya dalam bentuk asuransi. Mengingat bahwa diri sendiri dan keluarga membutuhkan perlindungan, apabil sewaktu-waktu terjadi resiko. Setidaknya dengan kewajiban membayar premi, perencanaan keuangan menjadi lebih terarah #AwaliDenganKebaikan.

Alokasi Pendapatan untuk Proteksi Halal
Yogi merupakan seorang pria yang bekerja di perusahaan swasta, di usianya yang masih muda Ia telah memegang jabatan penting. Prestasinya di tempat kerja mengantarkan Yogi untuk memperoleh pendapatan yang cukup tinggi. Yogi sendiri masih berstatus single dan belum memiliki tanggungan yang harus Ia penuhi. Di usia muda Yogi sudah termasuk mapan dengan membeli rumah dan mobil, intinya segala kebutuhannya sangat tercukupi.

Yogi pernah berada di fase dimana Ia menghabiskan gajinya untuk berfoya-foya, dan membeli kebutuhan yang tidak perlu. Ia selalu membeli barang-barang branded untuk memenuhi kepuasan nafsunya, agar tampak gaya dengan beragam fashion. Hingga suatu hari Yogi menyadari bahwa menghabiskan gaji dengan cara ini, justru membuatnya rugi. Bahkan Yogi baru menyaadari bahwa Ia tidak memiliki tabungan hari itu, atau persiapan kebutuhan lainnya.

Bermula dari mendatangi sebuah seminar yang diadakan oleh kantornya, pada saat itu kebetulan membahas tentang alokasi pendapatan. Berawal dari sinilah Yogi mulai menata keuangannya kembali dan merencanakan keuangan. Pekerjaan Yogi mengharuskannya untuk mobile dari satu tempat ke tempat lainnya, bahkan seminggu sekali Ia harus pergi keluar kota. Mengingat pekerjaannya cukup beresiko Yogi memutuskan untuk mejadi nasabah dari perusahaan asuransi.

Kala itu Yogi membutuhkan waktu cukup lama untuk memutuskan produk asuransi, dan perusahaan mana yang harus diambil. Hingga Ia menjatuhkan pilihan pada produk asuransi syariah khusus kesehatan, setelah mempertimbangkan beberapa keuntungannya. Yogi juga tidak sembarang memilih perusahaan asuransi, Ia benar-benar memilih yang sudah dipercaya oleh masayarakat. Selain itu sudah menghitung berapa klaim yang akan Ia dapatkan.

Yogi sempat menceritakan pada awalnya cukup kesulitan untuk memutuskan, antara asuransi konvensional dengan asuransi syariah. Setelah menggali informasi cukup dalam barulah Ia memutuskan menjadi nasabah perusahaan asuransi syariah Indonesia. Menurut Yogi produk asuransi yang ditawarkan tidak memberatkan salah satu pihak, karena menggunakan konsep sharing of risk. Jadi perusahaan asuransi disini hanya sebagai pengelola dana dan tidak mengambil keuntungan apapun.

Yogi sudah menjadi nasabah produk asuransi dengan konsep syariah selama tujuh tahun. Dalam jangka waktu tersebut Ia berlum pernah merasakan kecewa, dan perusahaan menepati janjinya untuk melakukan proteksi. Terbukti pada saat itu di tahun kelima Yogi mengalami kecelakaan, dan membutuhkan dana untuk perawatan. Pihak keluarga Yogi langsung menghubungi perusahaan asuransi untuk melakukan klaim, dan dana cair dengan cepat.

Sejak kejadian itulah Yogi semakin percaya bahwa perlindungan syariah benar-benar menerapkan syariat Islam. Tidak sedikit pun perusahaan berusaha untuk membohongi para nasabah, atau menggunakan uang nasabah untuk keperluan pribadi. Bahkan Yogi menambah jumlah kontribusi sebagai premi, untuk meningkatkan angka klaim perlindungan. Lewat cerita Yogi terbukti bahwa tidak ada unsur riba dalam produk asuransi, yang berbasis syariah.

Kehadiran asuransi membawa angin segar untuk mereka yang bingung, dalam mengalokasikan pendapatan. Daripada gaji digunakan untuk membeli kebutuhan yang kurang perlu, ada baiknya merencanakan keuangan untuk masa depan. Cobalah alokasikan dana untuk menabung bukan sebagai bentuk berjaga-jaga. Tetapi menyalurkan pendpatan ke segmen yang lebih bermanfaaat, supaya tidak habis dengan sia-sia.
Allianz Blog Contest

0 komentar:

Posting Komentar