Selasa, 31 Desember 2019

Peduli Kelestarian Lingkungan, Ini Cara Perusahaan Sukanto Tanoto Wujudkan Industri Sawit Berkelanjutan


Peduli Kelestarian Lingkungan, Ini Cara Perusahaan Sukanto Tanoto Wujudkan Industri Sawit Berkelanjutan
Sumber: okezone.com

Sukanto Tanoto dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses sekaligus orang berpengaruh di Indonesia. Unit bisnisnya berkembang ke berbagai sektor industri. Salah satunya adalah sektor perkebunan sawit dengan Asian Agri sebagai ujung tombaknya.

Di pasar global, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut juga dikenal sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di Asia. Dengan produksi tahunan mencapai 1,2 juta ton metrik minyak sawit mentah, Asian Agri menjelma menjadi pemain global yang cukup disegani. Namun meski memiliki nama besar dalam industri sawit, unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut juga dikenal peduli lingkungan. Kepedulian tersebut dibuktikan dengan beberapa kebijakan pro lingkungan yang dibuktikan dalam berbagai program pertanggungjawaban sosial.

Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg)


Dalam sebuah proses produksi, limbah seakan menjadi efek samping yang tidak bisa dihindari. Entah itu limbah sisa pencucian ataupun limbah bahan kimia, keduanya tidak bisa lepas dari proses produksi. Hal serupa juga terjadi dalam industri sawit. Di sisi lain, kebutuhan listrik untuk menjalankan operasional produksi juga tidak sedikit.

Asian Agri memiliki cara menarik untuk mengatasi kedua permasalahan tersebut. Alih-alih menyelesaikannya dengan dua cara yang berbeda, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut memilih untuk memanfaatkan limbahnya sebagai bahan baku pembangkit listrik terbarukan PLTBg.

Hingga akhir tahun 2019, Asian Agri memiliki sedikitnya 7 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) yang telah beroperasi. Ketujuh PLTBg tersebut tersebar di beberapa wilayah seperti Sumatera Utara, Riau dan Jambi. PLTBg Asian Agri ini tidak hanya difungsikan untuk memenuhi kebutuhan listrik perusahaan. Sebagian listrik yang dihasilkan juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar.

Inisiasi SUSTAIN sebagai Aliansi Peduli Industri Sawit Berkelanjutan


Perusahaan Sukanto Tanoto menyadari bahwa mewujudkan industri sawit berkelanjutan bukan hanya impian pribadi. Tidak sedikit yang menginginkan hal yang sama tidak terkecuali perusahaan-perusahaan lain yang juga bergerak dalam industri sawit.

Untuk menyatukan perusahaan-perusahaan tersebut, salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto, yakni Apical menginisiasi berdirinya sebuah aliansi bernama SUSTAIN (Sustainability Assurance & Innovation Alliance). Aliansi ini berisi perusahaan-perusahaan perkebunan dan pengolahan sawit Indonesia. Beberapa perusahaan yang tergabung dalam aliansi ini di antaranya adalah Neste, KAO Corporation, CORE dan SAP. Apical dan Asian Agri juga ikut tergabung dalam aliansi tersebut.

Misi besar SUSTAIN adalah untuk mewujudkan kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dan menjalankan kebijakan tanpa deforestasi, tanpa gambut dan tanpa eksploitasi. Sebagai bukti atas komitmen tersebut, SUSTAIN juga memanfaatkan teknologi informasi dan blockchain untuk mewujudkan transparansi rantai produksi.

Praktekkan Kebijakan Tanpa Deforestasi dengan Menggandeng Petani Swadaya


Sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di Asia, Asian Agri mengelola perkebunan sawit yang sangat luas. Sedikitnya 100.000 hektar lahan perkebunan sawit dikelola oleh perusahaan Sukanto Tanoto tersebut. Namun sebagai bukti komitmennya dalam memenuhi kebijakan tanpa deforestasi, Asian Agri telah berhenti memperluas kebun intinya sejak tahun 2003 lalu.

Untuk mencapai target produksi minyak sawit mentahnya yang begitu tinggi, Asian Agri menggandeng petani swadaya dengan total lahan seluas 41.000 hektar dan 60.000 hektar lahan dengan skema plasma. 

Komitmen perusahaan Sukanto Tanoto dalam mendorong terwujudnya industri sawit berkelanjutan juga diwujudkan dalam bentuk dukungan terhadap kebijakan pro lingkungan. Salah satunya adalah ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System). Tepat pada tanggal 27 April 2019, Asian Agri berhasil memenuhi ISPO 100% untuk setiap anak usahanya. Selain itu, unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut juga selalu mendorong mitra petani swadaya untuk mengikut langkah yang sama.

0 komentar:

Posting Komentar